Minggu, 13 Mei 2012

Surat Imajiner buat Sang Murabbi


Masih kuingat tiada kulupa / kau ucapkan janji tuk setia / untuk hidup bersama / seia dan sekata // Kurasakan segalanya indah / dalam menjalin kasih mesra / betapa bahagia / bagai tiada akhirnya // ….

Andai rentetan lirik itu bisa berpahala sepadan dengan ayat-ayat Yasin atau kalimat-kalimat tayyibah lainnya, niscaya kudendangkan dengan suara lirih mendayu di pipih nisan pusaramu. Sebab syair-syair indah itulah yang selalu engkau nyanyikan di hari-hari dan jam-jam penghujung akhir hayat, dengan tebar senyum yang senantiasa kau kembangkan, meski nyatanya hanya menipu untuk mengobati kegalauan kami atas sakit yang ajunan derita.

Minggu, 01 April 2012

Sebuah Teladan dalam Derita

Oleh: L. Ahmad Azaim Ibrahimy =

 

Sebuah kisah teladan pernah dituturkan sahabat Anas ra. tentang Baginda Nabi saw. dalam menyikapi duka penderitaan. Bahkan ia menjadi saksi langsung atas peristiwa mengharukan itu.
Betapa sedih hati Nabi saw., manakala didekatkan tubuh putranya tercinta, Ibrahim ra., ke dalam pelukan. Saat itu nafas si kecil terdengar tak beraturan, menggigil karena demam yang sangat. Lalu didekapnya tubuh mungil tadi perlahan, penuh kasih sayang, sedang ia berjuang dalam menghadapai sakaratul maut. Demi melihat pemandangan yang teramat mengharukan itu, berderailah air mata bening Baginda, basahi wajahnya yang mulia, shollallohu 'alaihi wa sallam.
"Inna lillah wa inna ilaihi roji'un, mata teteskan airnya, dan hati rasakan kepiluannya. Kami tak berkata kecuali sesuatu yang menjadi ridlo Tuhan, dan untuk kepergianmu, hai Ibrahim, kami sangatlah merasakan kesedihan!" sabda Baginda terdengar begitu tabah menghadapi kematian putranya tercinta.
***

Penceramah I Muharram Cerita Kedekatan Batin Gusdur dengan Kiai Fawaid

Perayaan 1 Muharram 1433 H dilaksanakan pada Hari Sabtu kemarin (26/11). Santri putra mengikuti perayaan 1 Muharram di Aula Putra pada sabtu pagi. Sebelumnya, yakni pada Malam Sabtu, seluruh santri

Jumat, 30 Maret 2012

Rahasia di Balik Perintah Shalat Dhuha


Allah SWT dalam beberapa ayat bersumpah dengan waktu dhuha. Dalam pembukaan surat Assyams, Allah berfirman,

''Demi matahari dan demi waktu dhuha.''

Bahkan, ada surat khusus di Alquran dengan nama Addhuha.

Pada pembukaannya, Allah berfirman,

''Demi waktu dhuha.''

Ponpes Salafiyah Syafi'iyah, Mencetak Waliyullah


"Terus terang saya tidak menginginkan santri yang hanya doktorandus. Tapi, saya menghendaki santri yang pandai membaca Fathul Wahab. Saya bercita-cita agar santri saya bisa mempunyai pangkat yang sama dengan santri Sunan Ampel."

Itulah salah satu nasihat almarhum KH As'ad Syamsul Arifin, pengasuh ponpes Salafiyah Syafi'iyah, kepada para santrinya seperti tertulis dalam bukunya 'Percik-percik Pemikiran Kiai Salaf'.

Melalui ponpes Salafiyah Syafi'iyah yang terletak di Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Almarhum Kiai As'ad benar-benar berkeinginan kuat menelurkan alumni yang menjadi waliyullah. "Meski hanya sepuluh orang. Daripada ratusan alumni yang kemudian menjadi koruptor atau tukang pungli."

Share