Minggu, 01 April 2012

Sebuah Teladan dalam Derita

Oleh: L. Ahmad Azaim Ibrahimy =

 

Sebuah kisah teladan pernah dituturkan sahabat Anas ra. tentang Baginda Nabi saw. dalam menyikapi duka penderitaan. Bahkan ia menjadi saksi langsung atas peristiwa mengharukan itu.
Betapa sedih hati Nabi saw., manakala didekatkan tubuh putranya tercinta, Ibrahim ra., ke dalam pelukan. Saat itu nafas si kecil terdengar tak beraturan, menggigil karena demam yang sangat. Lalu didekapnya tubuh mungil tadi perlahan, penuh kasih sayang, sedang ia berjuang dalam menghadapai sakaratul maut. Demi melihat pemandangan yang teramat mengharukan itu, berderailah air mata bening Baginda, basahi wajahnya yang mulia, shollallohu 'alaihi wa sallam.
"Inna lillah wa inna ilaihi roji'un, mata teteskan airnya, dan hati rasakan kepiluannya. Kami tak berkata kecuali sesuatu yang menjadi ridlo Tuhan, dan untuk kepergianmu, hai Ibrahim, kami sangatlah merasakan kesedihan!" sabda Baginda terdengar begitu tabah menghadapi kematian putranya tercinta.
***

Penceramah I Muharram Cerita Kedekatan Batin Gusdur dengan Kiai Fawaid

Perayaan 1 Muharram 1433 H dilaksanakan pada Hari Sabtu kemarin (26/11). Santri putra mengikuti perayaan 1 Muharram di Aula Putra pada sabtu pagi. Sebelumnya, yakni pada Malam Sabtu, seluruh santri

Jumat, 30 Maret 2012

Rahasia di Balik Perintah Shalat Dhuha


Allah SWT dalam beberapa ayat bersumpah dengan waktu dhuha. Dalam pembukaan surat Assyams, Allah berfirman,

''Demi matahari dan demi waktu dhuha.''

Bahkan, ada surat khusus di Alquran dengan nama Addhuha.

Pada pembukaannya, Allah berfirman,

''Demi waktu dhuha.''

Ponpes Salafiyah Syafi'iyah, Mencetak Waliyullah


"Terus terang saya tidak menginginkan santri yang hanya doktorandus. Tapi, saya menghendaki santri yang pandai membaca Fathul Wahab. Saya bercita-cita agar santri saya bisa mempunyai pangkat yang sama dengan santri Sunan Ampel."

Itulah salah satu nasihat almarhum KH As'ad Syamsul Arifin, pengasuh ponpes Salafiyah Syafi'iyah, kepada para santrinya seperti tertulis dalam bukunya 'Percik-percik Pemikiran Kiai Salaf'.

Melalui ponpes Salafiyah Syafi'iyah yang terletak di Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Almarhum Kiai As'ad benar-benar berkeinginan kuat menelurkan alumni yang menjadi waliyullah. "Meski hanya sepuluh orang. Daripada ratusan alumni yang kemudian menjadi koruptor atau tukang pungli."

Kamis, 29 Maret 2012

Sisi Lain Alm. KHR. Ach. Fawaid As'sd


Kiai Fawaid, Kolektor Terlengkap Lagu Rhoma Irama

Di sela kesibukannya sebagai pengasuh pesantren, KHR Ahmad Fawaid As’ad Syamsul Arifin ternyata punya hobi yang cukup langka. Kiai dengan ribuan santri itu masih menyempatkan diri mengoleksi lagu-lagu karya Rhoma Irama. Saking banyaknya lagu yang dikoleksi, sampai-sampai Bang Haji (panggilan akrab Rhoma Irama) menyebut Kiai Fawaid sebagai kolektor lagu-lagunya terlengkap se-dunia.
Hubungan Bang Haji dengan Kiai Fawaid memang sangat dekat. Kalau kebetulan tengah ada acara di wilayah tapal kuda, Bang Haji selalu menyempatkan diri bersilaturahmi ke kediaman Kiai Fawaid di Ponpes Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Kecamatan Banyuputih, Situbondo.

Bahkan tak jarang, Kiai Fawaid malah ikut mendampingi perjalanan Rhoma Irama selama berada di daerah tapal kuda. Kedekatan Bang Haji dengan Kiai Fawaid bukan semata-mata karena putra (alm) KHR As’ad Syamsul Arifin itu begitu menyukai lagu-lagu ciptaan saang maestro dangdut tersebut. Lebih dari itu, Kiai Fawaid sering menjadi teman Rhoma dalam berdiskusi. Mulai masalah agama, sosial kemasyarakatan, politik, hingga musik sekalipun.


Share