Jumat, 27 Juli 2012

Kisah di Balik Penyerahan Gitar Rhoma kepada Kiai Fawaid


 Sumber: salafiyah.or.id, 12-07-2008 

* Gitar Bertuah dan Segebok Naskah * 

Oleh: Abdurrasyid C. Ridlo 

Gemuruh tepuk tangan ribuan penonton yang menjubeli halaman kampus IAI Ibrahimy, Kamis siang, di ujung Januari kemarin, benar-benar menyihir suasana menjadi gempita. Teriakan dan siutan beruntun pun menggelayuti mendung yang sepertinya muncul hanya khusus menaungi jamaah Peringatan 1 Muharram 1429. 

Selasa, 19 Juni 2012

Wasiat Kyai As'ad


Ikhlas

“Santri saya --sebenarnya umum-- anak siapa saja, berada di mana saja dan dalam kondisi apa saja, pasti selamat dan jaya; asalkan dia jujur, giat, dan ikhlas,” begitulah salah satu wasiat KHR. As’ad Syamsul Arifin buat para santri Sukorejo.
Dengan demikian, menurut Kiai As’ad, ikhlas termasuk kunci sukses seseorang. Kharisma seseorang bisa pula merupakan pancaran dari sikap tawadlu dan ikhlasnya. Tawadlu dan Ikhlas, memang sulit dipisah-pisahkan. Implikasi dari sikap ikhlas ini, akan menimbulkan sikap tawadlu, sebuah sikap rendah hati. Ikhlas memang amat penting, terutama dalam kajian-kajian ilmu tasawuf. Ikhlas merupakan suatu maqam yang harus dilalui oleh seorang salik dalam perjalanannya menuju Allah. Bahkan ikhlas ini adalah maqam yang paling dekat untuk mencapai ma’rifat kepada Allah.

Minggu, 13 Mei 2012

Surat Imajiner buat Sang Murabbi


Masih kuingat tiada kulupa / kau ucapkan janji tuk setia / untuk hidup bersama / seia dan sekata // Kurasakan segalanya indah / dalam menjalin kasih mesra / betapa bahagia / bagai tiada akhirnya // ….

Andai rentetan lirik itu bisa berpahala sepadan dengan ayat-ayat Yasin atau kalimat-kalimat tayyibah lainnya, niscaya kudendangkan dengan suara lirih mendayu di pipih nisan pusaramu. Sebab syair-syair indah itulah yang selalu engkau nyanyikan di hari-hari dan jam-jam penghujung akhir hayat, dengan tebar senyum yang senantiasa kau kembangkan, meski nyatanya hanya menipu untuk mengobati kegalauan kami atas sakit yang ajunan derita.

Minggu, 01 April 2012

Sebuah Teladan dalam Derita

Oleh: L. Ahmad Azaim Ibrahimy =

 

Sebuah kisah teladan pernah dituturkan sahabat Anas ra. tentang Baginda Nabi saw. dalam menyikapi duka penderitaan. Bahkan ia menjadi saksi langsung atas peristiwa mengharukan itu.
Betapa sedih hati Nabi saw., manakala didekatkan tubuh putranya tercinta, Ibrahim ra., ke dalam pelukan. Saat itu nafas si kecil terdengar tak beraturan, menggigil karena demam yang sangat. Lalu didekapnya tubuh mungil tadi perlahan, penuh kasih sayang, sedang ia berjuang dalam menghadapai sakaratul maut. Demi melihat pemandangan yang teramat mengharukan itu, berderailah air mata bening Baginda, basahi wajahnya yang mulia, shollallohu 'alaihi wa sallam.
"Inna lillah wa inna ilaihi roji'un, mata teteskan airnya, dan hati rasakan kepiluannya. Kami tak berkata kecuali sesuatu yang menjadi ridlo Tuhan, dan untuk kepergianmu, hai Ibrahim, kami sangatlah merasakan kesedihan!" sabda Baginda terdengar begitu tabah menghadapi kematian putranya tercinta.
***

Penceramah I Muharram Cerita Kedekatan Batin Gusdur dengan Kiai Fawaid

Perayaan 1 Muharram 1433 H dilaksanakan pada Hari Sabtu kemarin (26/11). Santri putra mengikuti perayaan 1 Muharram di Aula Putra pada sabtu pagi. Sebelumnya, yakni pada Malam Sabtu, seluruh santri
Share